Jumat, 06 Februari 2009

AKU UNTUK NEGERIKU

Aku untuk Negeriku, Bugiakso Blog Competition 2009

“ Apa yang kuberikan untuk negeriku?
untuk ngeriku, tersayang …
tak kumilki sesuatu berharga
untuk negeriku, tercinta!....”

Mungkin sepenggal lagu di atas, telah mewakili tanya dalam hati setiap anak Indonesia sekarang dan untuk masa depan. Apa yang bisa kita berikan untuk negeri ini ? Indonesia tercinta ! Memang Indonesia bukan negera maju seperti Amerika, bukan Negara teknologi seperti Jepang, bukan pula negara termiskin seperti Zimbabwe, tetapi Indonesia adalah bangsa majemuk terbesar di dunia , yang kaya akan sumber daya alam dan tidak hanya sebatas etnik yang jumlahnya mencapai 400 suku, tetapi juga agama dan ras. Namun sumber daya manusianya masih sangat rendah.
Kita sebagai anak bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin dan dipimpin harus lebih berusaha mengasah kemampuan dan keahlian kita yang kelak akan berguna untuk membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Kita tak perlu jadi presiden untuk bisa membangun Indonesia agar lebih maju, tak perlu jadi Einstein untuk mencerdaskan bangsa. Tetapi dengan jadi diri kita sendiri, kita mulai dengan melakukan langkah –langkah yang kecil untuk negeri kita ini misalnya saja belajar dengan giat. Salah satu tujuan Negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan belajar dengan giat, berarti kita telah menempuh tujuan Indonesia. Bila kita cerdas, kita dapat mengharumkan Negara Indonesia dengan memenangkan berbagai lomba Internasioanal. Secara tidak langsung, Nama baik Indonesia juga ikut terangkat di mata Internasional. Selain itu dengan ilmu yang kita miliki, kita dapat mengeloah sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sehingga dapat berguna bagi semua orang. Disamping cerdas, juga perlu didampingi moral. Sebab ilmu tanpa moral seperti 1x 0 = 0. Contohnya fenomena pengendara motor, dan pejalan kaki seakan menjadi hal biasa dan sepele namun menjelaskan secara jelas karakter manusia Indonesia: tidak sabar, senang jalan pintas, enggan meminta maaf, tidak mau mengalah, mendahulukan kepentingan sendiri dan terlalu menyepelekan sesuatu. Para pengendara sepeda motor ini tidak segan melaju di atas trotoar menyingkirkan pejalan kaki, masuk ke jalur cepat atau jalur bagi Busway, pejalan kaki yang tidak menyebrang pada zebra cross ataupun mengambil bus bukan pada tempat perhentiannya yang bila terus terjadi dapat menyebabkan kecelakaan, macet dan lain sebagainnya. Sementara itu, kesemrawutan dan tidak terintegrasinya sistem moda transportasi mencerminkan pejabat pemerintah yang tidak menjalankan tanggung jawabnya menyelenggarakan pelayanan publik, menyediakan fasilitas publik, dan ketiadaan visi pembangunan. Padahal mereka masing-masing mengetahui fungsi jalur tersebut dan akibat apabila mereka melanggarnya. Solusinya ada pada diri kita sendiri, bagaimana kita membiasakan diri kita untuk mematuhi peraturan yang berlaku.
Cara lain untuk membangun negeri ini adalah dengan menghemat pemakaian sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan mulai menciptakan teknologi inovatif yang ramah lingkungan serta mencari energi alternatif baru sehingga mengurangi krisis energi di negara kita ini. Sebagaimana yang kita ketahui krisis energi telah menghambat pembangunan negeri ini. Selain menghemat pemakaian energi, membuang sampah pada tempatnya,mendaur ulang sampah menjadi hal yang lebih berguna, penanaman 1000 pohon, tidak merokok merupakan salah satu bentuk bantuan untuka mencegah bencana alam yang akhir-akhir ini rawan terjadi di negeri kita ini.
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk negeri kita ini, seandainya kita peduli dan mau melakukannya. Dengan membeli barang dalam negeri dapat membangun pereknomian di Indonesia. selain itu dengan kita sehat saja, kita telah memberikan hal yang berbarti bagi negeri kita, sebab dengan pendunduk yang sehat dapat menciptakan tenaga kerja yang produktif dalam membangun negeri ini. Jadi jauhi narkoba dan jauhi HIV/AIDS. Perjalanan kita masih panjang dan jangan terhenti karena hal bodoh seperti narkoba dan HIV/AIDS.
“setitik aksimu akan sangat bermanfaat bagi negeri kita , dari pada sejuta mimpi yang terbenam dalam pikiran”
INDONESIA , maju terus pantang mundur … !!!

Minggu, 28 Desember 2008

Manfaat Penurunan Tarif Telekomunikasi Terhadap Masyarakat Miskin

MANFAAT PENURUNAN TARIF TELEKOMUNIKASI

TERHADAP MASYARAKAT MISKIN DI INDONESIA

BAB I

PENDAHULUAN

Dewasa ini kebutuhan manusia untuk dapat mengakses informasi dan layanan telekomunikasi sudah merupakan hal yang fundamental, karena dengan mengakses informasi maupun layanan telekomunikasi akan sangat mendukung kemampuan manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun kondisi yang terjadi saat ini adalah tidak setiap orang memperoleh kemudahan untuuk dapat mengakses informasi dan layanan telekomunikasi tersebut. Hambatannya adalah terjadinya keterbatasan fasilitas yng diberikan Pemerintah atau Lembaga terkait dengan layanan telekomunikasi kepada masyarakat. Semakin mahalnya biaya akses informasi dan telekomunikasi dan lain- lain yang membuat kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi akan semakin kuat sedangkan mereka yang tergolong ekonomi lemah akan semakin terpuruk karena sulitnya akses komunikasi. Sehingga dapat berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonominya.

BAB II

ISI

1. Definisi Masyarakat miskin

Kemiskinan dalam sudut pandang ekonomi ada dua pengertian
1. Kemiskinan Absolut
Kemiskinan absolut adalah keadaan yang menunjukkan seseorang atau keluarga yang pendapatan per kapitanya lebih rendah dari garis kemiskinan. Garis kemikinan sendiri ditetapkan oleh BPS. Kepala BPS Rusman Heriawan kepada SP menyatakan garis kemiskinan nasional yang ditetapkan pemerintah pada 2008 sebesar Rp 186.636 per kapita per bulan merupakan angka paling ideal, dibanding garis kemiskinan versi Bank Dunia antara US$ 1 sampai dan Rp 540.000). Garis kemiskinan nasional itu didapat dari perhitungan kebutuhan makanan 2.100 kalori per hari dan kebutuhan nonmakanan, seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Jadi, kalau ada orang yang pendapatan per bulannya lebih rendah dari garis kemiskinan, ia dikatakan sebagai orang atau keluarga miskin.
2. Kemiskinan Relatif
Selain dibandingkan dengan garis kemiskinan, pendapatan seseorang juga harus dibandingkan dengan pendapatan rata-rata masyarakat di sekitarnya. Meskipun pendapatan seseorang sudah melewati batas garis kemiskinan tetapi jika masih rendah dibandingkan pendapatan rata-rata masyarakat di sekitarnya, maka ia tetap dikatakan miskin secara relatif. Jadi, kemiskinan relatif erat kaitannya dengan distribusi pendapatan.
Kalau menurut aku sendiri, kemiskinan adalah kondisi seseorang yang enggan beranjak dari keadaannya yang serba kekurangan. Alias ia malas berusaha untuk memperbaiki keadaan hidupnya.

Atau dengan kata lain ,masyarakat miskin adalah mereka yang belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik. Dan memiliki pekerjaan yang tidak menetap artinya pendapatan yang mereka dapatkan tidak menentu setiap harinya misalnya saja buruh pabrik, tukang becak, buruh bangunan, penjual jajanan keliling, dan sebagainya. Dan golongan orang yang memang tidak mampu membiayai hidupnya karena tidak memiliki produktivitas sehingga menggantungkan diri dari sumbangan atau ibah dari orang lain.

2. Manfaat penurunan tarif terhadap kehidupan ekonomi masyarakat miskin di Indonesia

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin mengglobal, kebutuhan akan informasi dan telekomunikasi dengan akses cepat sudah menjadi kebutuhan primer, yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya masyarakat yang membeli jasa layanan untuk mendapatkan informasi dan telekomunikasi. Misalnya pemasangan internet di rumah atau mengakses internet di warnet maupun membeli alat komunikasi seperti handphone beserta pulsa secara berkala. Semuanya itu tentu membutuhkan biaya yang banyak. Maka dari itu dengan adanya penurunan tarif telekomunikasi akan memberikan dampak untuk masyarakat menengah ke atas maupun masyarakat menengah ke bawah.

Adapun dampak terhadap masyarakat miskin ada tiga yaitu pertama, bila seseorang mempunyai uang dan telah merencakannya untuk membeli pulsa dalam sebulan 1 kali seminggu, dengan adanya penurunan tarif telekomunikasi sehingga lebih murah untuk berkomunikasi dalam waktu yang cukup lama sehingga dengan membeli pulsa 1 kali dalam 2 minggu dapat menyisahkan uangnya dan dapat dibelikan untuk keperluan lain misalnya membeli jajanan, kue, memberi sumbangan kepada fakir miskin dan sebagainya secara tidak langsung membantu masyarakat miskin yang sedang menjajakan barang dagangannya untuk menghidupi keluarganya. Kedua, bila dengan adanya penurunan tarif maka konsumen semakin sering untuk menggunakan jasa layanan informasi dan telekomunikasi. Maka hal ini dapat dijadikan lapangan pekerjaan baru oleh masyarakat miskin misalnya meminjam modal dan membuat usaha penjualan pulsa sehingga dapat menafkahi keluarganya. Ketiga, bagi masyarakat miskin yang sedang mengembangkan usaha yang sedang dirintisnya dalam mempromosikan usahanya, dan bagi mereka yang bekerja membutuhkan alat komunikasi ( handphone) agar lebih mudah dihubungi oleh pelanggannya dan dapat membalas sms pelanggannya karena tariff cukup murah misalnya tukang becak , pengantar galon air minum dan sebagainya. Dengan adanya penurunan tarif telekomunikasi dapat mengurangi biaya pengeluaran.

3. Manfaat penurunan tarif terhadap kehidupan sosial masyarakat miskin di Indonesia

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari desa ke kota, dimana hal tersebut dapat berdampak buruk menyebabkan kepadatan penduduk di kota. Kepadatan penduduk di kota menyebabkan semakin sedikitnya lapangan pekerjaan dan lahan perumahan sehingga menyebabkan adanya masyarakat miskin. Dimana cara mereka untuk berkangen sapa dengan keluarga mereka hanya melalui alat komunikasi misalnya telepon . biaya transportasi untuk pulang ke kampong masing masing- masing tentu jauh lebih mahal dibandingkan dengan berbicara di telepon. Dengan adanya adanya penurunan tarif telekomunikasi sehingga masyarakat miskin juga dapat menelpon keluarga mereka lebih lama atau berjam-jam yang berada di kampung sebab jaringan telekomunikasi telah menjangkau sampai ke desa-desa di seluruh pelosok tanah air. Dari hal tersebut tentu tercipta suatu interaksi sosial dengan keluarga mereka sehingga komunikasi di antara mereka tidak terputus.

Dengan penurunan tarif telekomunikasi, bagi masyarakat miskin yang juga ingin mengakses layanan internet dapat semakin mudah dengan biaya akses yang menuurun dan menjangkau perekonomian mereka. Dengan layanan internet tersebut mereka dapat berinteraksi dengan siapapun dan dimanapun serta menjangkau seluruh dunia. Misalnya menggunakan fasilitas chatting, email, Yahoo Messenger, friendster, telepon interaktif melalui internet, ataupun bertatap muka langsung melalui internet. Dari kegiatan tersebut terbentuklah interaksi sosial antar pengguna dan berlaku untuk masyarakat miskin dengan adanya menurunan tarif tersebut.

BAB III

PENUTUP

Dengan adanya penurunan tarif telekomunikasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masayarakat Indonesia tak terkecuali untuk masyarakat miskin. Maka dari itu, sebaiknya Pemerintah atau pihak yang berkaitan segera menetapkan kebijakan tersebut agar informasi dan telekomunikasi dapat terjangkau untuk seluruh masyarakat di Indonesia