MANFAAT PENURUNAN TARIF TELEKOMUNIKASI
TERHADAP MASYARAKAT MISKIN DI
BAB I
PENDAHULUAN
Dewasa ini kebutuhan manusia untuk dapat mengakses informasi dan layanan telekomunikasi sudah merupakan hal yang fundamental, karena dengan mengakses informasi maupun layanan telekomunikasi akan sangat mendukung kemampuan manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Namun kondisi yang terjadi saat ini adalah tidak setiap orang memperoleh kemudahan untuuk dapat mengakses informasi dan layanan telekomunikasi tersebut. Hambatannya adalah terjadinya keterbatasan fasilitas yng diberikan Pemerintah atau Lembaga terkait dengan layanan telekomunikasi kepada masyarakat. Semakin mahalnya biaya akses informasi dan telekomunikasi dan lain- lain yang membuat kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi akan semakin kuat sedangkan mereka yang tergolong ekonomi lemah akan semakin terpuruk karena sulitnya akses komunikasi. Sehingga dapat berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonominya.
BAB II
ISI
1. Definisi Masyarakat miskin
Kemiskinan dalam sudut pandang ekonomi ada dua pengertian
1. Kemiskinan Absolut
Kemiskinan absolut adalah keadaan yang menunjukkan seseorang atau keluarga yang pendapatan per kapitanya lebih rendah dari garis kemiskinan. Garis kemikinan sendiri ditetapkan oleh BPS. Kepala BPS Rusman Heriawan kepada SP menyatakan garis kemiskinan nasional yang ditetapkan pemerintah pada 2008 sebesar Rp 186.636 per kapita per bulan merupakan angka paling ideal, dibanding garis kemiskinan versi Bank Dunia antara US$ 1 sampai dan Rp 540.000). Garis kemiskinan nasional itu didapat dari perhitungan kebutuhan makanan 2.100 kalori per hari dan kebutuhan nonmakanan, seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Jadi, kalau ada orang yang pendapatan per bulannya lebih rendah dari garis kemiskinan, ia dikatakan sebagai orang atau keluarga miskin.
2. Kemiskinan Relatif
Selain dibandingkan dengan garis kemiskinan, pendapatan seseorang juga harus dibandingkan dengan pendapatan rata-rata masyarakat di sekitarnya. Meskipun pendapatan seseorang sudah melewati batas garis kemiskinan tetapi jika masih rendah dibandingkan pendapatan rata-rata masyarakat di sekitarnya, maka ia tetap dikatakan miskin secara relatif. Jadi, kemiskinan relatif erat kaitannya dengan distribusi pendapatan.
Kalau menurut aku sendiri, kemiskinan adalah kondisi seseorang yang enggan beranjak dari keadaannya yang serba kekurangan. Alias ia malas berusaha untuk memperbaiki keadaan hidupnya.
Atau dengan kata lain ,masyarakat miskin adalah mereka yang belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik. Dan memiliki pekerjaan yang tidak menetap artinya pendapatan yang mereka dapatkan tidak menentu setiap harinya misalnya saja buruh pabrik, tukang becak, buruh bangunan, penjual jajanan keliling, dan sebagainya. Dan golongan orang yang memang tidak mampu membiayai hidupnya karena tidak memiliki produktivitas sehingga menggantungkan diri dari sumbangan atau ibah dari orang lain.
2. Manfaat penurunan tarif terhadap kehidupan ekonomi masyarakat miskin di
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin mengglobal, kebutuhan akan informasi dan telekomunikasi dengan akses cepat sudah menjadi kebutuhan primer, yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya masyarakat yang membeli jasa layanan untuk mendapatkan informasi dan telekomunikasi. Misalnya pemasangan internet di rumah atau mengakses internet di warnet maupun membeli alat komunikasi seperti handphone beserta pulsa secara berkala. Semuanya itu tentu membutuhkan biaya yang banyak. Maka dari itu dengan adanya penurunan tarif telekomunikasi akan memberikan dampak untuk masyarakat menengah ke atas maupun masyarakat menengah ke bawah.
Adapun dampak terhadap masyarakat miskin ada tiga yaitu pertama, bila seseorang mempunyai uang dan telah merencakannya untuk membeli pulsa dalam sebulan 1 kali seminggu, dengan adanya penurunan tarif telekomunikasi sehingga lebih murah untuk berkomunikasi dalam waktu yang cukup lama sehingga dengan membeli pulsa 1 kali dalam 2 minggu dapat menyisahkan uangnya dan dapat dibelikan untuk keperluan lain misalnya membeli jajanan, kue, memberi sumbangan kepada fakir miskin dan sebagainya secara tidak langsung membantu masyarakat miskin yang sedang menjajakan barang dagangannya untuk menghidupi keluarganya. Kedua, bila dengan adanya penurunan tarif maka konsumen semakin sering untuk menggunakan jasa layanan informasi dan telekomunikasi. Maka hal ini dapat dijadikan lapangan pekerjaan baru oleh masyarakat miskin misalnya meminjam modal dan membuat usaha penjualan pulsa sehingga dapat menafkahi keluarganya. Ketiga, bagi masyarakat miskin yang sedang mengembangkan usaha yang sedang dirintisnya dalam mempromosikan usahanya, dan bagi mereka yang bekerja membutuhkan alat komunikasi ( handphone) agar lebih mudah dihubungi oleh pelanggannya dan dapat membalas sms pelanggannya karena tariff cukup murah misalnya tukang becak , pengantar galon air minum dan sebagainya. Dengan adanya penurunan tarif telekomunikasi dapat mengurangi biaya pengeluaran.
3. Manfaat penurunan tarif terhadap kehidupan sosial masyarakat miskin di
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari desa ke
Dengan penurunan tarif telekomunikasi, bagi masyarakat miskin yang juga ingin mengakses layanan internet dapat semakin mudah dengan biaya akses yang menuurun dan menjangkau perekonomian mereka. Dengan layanan internet tersebut mereka dapat berinteraksi dengan siapapun dan dimanapun serta menjangkau seluruh dunia. Misalnya menggunakan fasilitas chatting, email, Yahoo Messenger, friendster, telepon interaktif melalui internet, ataupun bertatap muka langsung melalui internet. Dari kegiatan tersebut terbentuklah interaksi sosial antar pengguna dan berlaku untuk masyarakat miskin dengan adanya menurunan tarif tersebut.
BAB III
PENUTUP
Dengan adanya penurunan tarif telekomunikasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masayarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar